Senin, 05 Desember 2022
Informasi KKP
: KKP Kelas I Tanjung Priok...Berkomitment sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WB) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)....mariii kita dukung..!!

Yuks, Cuci Tangan Pakai Sabun

Yuks, Cuci Tangan Pakai Sabun ……..

Oleh : Muhamad Fajar Subechi, SKM, MKM

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan salah satu perilaku yang paling sederhana, mudah dan murah namun terbukti sangat efektif dalam menghentikan penyebaran kuman sehingga dapat menjaga kita agar tetap sehat. CDC menyatakan mencuci tangan pakai sabun dan air dapat mencegah 1 dari 3 penyakit diare dan 1 dari 5 penyakit infeksi saluran pernafasan, seperti common cold atau flu. Selain itu, terbukti mengurangi jumlah orang sakit diare sekitar 23%-40%; pada anak sekolah dapat mengurangi jumlah hari tidak masuk akibat penyakit gastrointestinal sebesar 29%-57%. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan CTPS merupakan tehnik dasar terpenting dalam pencegahan penyebaran penyakit menular, dengan tingkat keberhasilan 80% dalam pencegahan infeksi umum dan pencegahan penyakit infeksi yang lebih berat sebesar 45%.

Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun atau Global Handwashing Day, momen penting ini dirayakan setiap tanggal 5 Oktober dalam rangka kampanye dan advokasi ke seluruh masyarakat di dunia jauh sebelum terjadinya pandemic Covid-19 seperti saat ini. Pertama kali dikemukan oleh Global Handwashing Partnership (GHP) Agustus 2008 pada pekan air dunia (Annual World Water Week) tahunan di Stockholm, Swedia sebagai action karena adanya wabah diare dan infeksi saluran pernafasan. momen ini dicanangkan dalam rangka memberikan kesempatan untuk merancang strategi, menguji dan menerapkan ide dan cara kreatif dalam mendorong masyarakat mencuci tangan dengan sabun di saat-saat kritis yang kadang dianggap enteng oleh masyarakat seperti setelah selesai aktivitas di kamar mandi, saat menyiapkan makanan, sebelum makan, maupun setelah batuk dan bersin, sebelum dan/atau setelah memegang area mata, mulut ataupun hidung, serta setelah melakukan aktivitas di luar ruangan.

CTPS merupakan hal biasa kita lakukan, namun pada momen hari CTPS ini sangat penting difokuskan untuk terus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya cuci tangan dengan sabun dan air dengan benar untuk meghindari sakit dan menyebarkan kuman ke orang lain di sekitar kita. Dengan mencuci seluruh permukaan dan punggung tangan dengan menggunakan sabun pada sela-sela jari-jari dapat menyingkirkan bakteri, virus, mikroorganisme lainnya dan residu bahan kimia lainnya. Namun kementerian Kesehatan sangat menyayangkan terdapat 55 juta warga negara Indonesia tidak memiliki akses ke fasilitas cuci tangan dasar dan ini harus menjadi perhatian ekstra.

Kegiatan CTPS ini sangat didukung oleh para pemimpin negara dan influencer di seluruh dunia termasuk Indonesia, dalam rangka meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan tangan sebagai pencegahan penyebaran penyakit termasuk Covid – 19. Hal ini terbukti, CTPS menggunakan air mengalir maupun berbasis alkohol telah menjadi bagian utama dalam protocol kesehatan 5 M sebagai salah satu cara terbaik penularan virus corona, selain menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Deklarasi WHO tentang Pandemi Global COVID-19 pada tanggal 12 Maret 2020, Presiden Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Presiden No. 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pada tanggal 31 Maret 2020. Kementerian Kesehatan dengan segera merilis Surat Edaran No. HK.02.02 / I / 385 ke semua Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten untuk secara aktif mencegah penularan COVID-19 melalui gerakan “Masker untuk Semua” dan penyediaan sarana cuci tangan dengan sabun (CTPS). Mencuci tangan sesering mungkin dan dengan cara yang tepat (setidaknya selama 40-60 detik) salah satu langkah paling penting untuk mencegah infeksi COVID-19. CTPS jauh lebih efektif membunuh kuman, bakteri, dan virus dibandingkan dengan mencuci tangan dengan air saja atau cuci tangan berbasis alkohol. Sabun dapat dengan mudah menghancurkan membran lipid COVID-19, membuat virus COVID-19 tidak aktif.

Pada hari CTPS 15 Oktober 2022, kementerian Kesehatan RI mengangkat tema “ Bersatu untuk Tangan Bersih Sehat’ dan sub tema ‘Peran Perempuan dalam Penurunan Stunting melalui Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) dan CTPS’. Poin penting peringatan HCTPS adalah menguatkan kebutuhan (demand creation) masyarakat pada perilaku CTPS sehingga menjadi budaya perilaku masyarakat. Menteri Kesehatan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kebersihan lingkungan di keluarga dan sekitar area tempat tinggalnya. Keterlibatan peran perempuan berdaya dalam CTPS dan STBM. Diketahui peran seorang ibu untuk mengajak keluarga dan lingkungannya berkontribusi secara penuh dalam menjamin keterpenuhan pendidikan, kesehatan dan perekonomian masa depan keluarga dan pengaruh bagi lingkungan yang lebih baik dan sehat. ditambahkan “kondisi saat ini, salah satu focus utama pemerintah Indonesia dalam program nasional sanitasi total berbasis masyarakat adalah CTPS dikenal luas sebagai teknik dasar penting pencegahan penyebaran penyakit menular” pernyataan Direktur Ditjen P2P.

PRINSIP – PRINSIP PENTING TERKAIT CUCI TANGAN PAKAI SABUN3

1. Mencuci tangan dengan air saja tidaklah cukup untuk mematikan kuman penyebab penyakit.

     tangan ok

2. Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir adalah cara yang paling hemat biaya untuk melindungi kita dari penyakit menular, termasuk COVID-19.

 tangan 2

3. Mencuci tangan pakai sabun selama minimal 40-60 detik dan dengan mengikuti semua langkah yang dianjurkan terbukti efektif mematikan kuman penyakit.

tangan 3

4. Mencuci tangan pakai sabun dapat efektif bila tersedia sarana CTPS, dilakukan pada waktu-waktu penting, dan dilakukan dengan cara yang benar.

tangan 4

CARA MENCUCI TANGAN PAKAI SABUN

cuci tangan 1cuci tangan 2

Mencuci tangan pakai sabun dan air bersih memberi dampak manfaat yang berbeda dari cairan pembersih tangan berbasis alkohol. Dengan menggunakan sabun dan air bersih terbukti dapat menghilangkan semua jenis kuman dari tangan, sedangkan cairan pembersih tangan berbasis alkohol hanya bisa mengurangi jumlah kuman tertentu di kulit. Selain itu, cairan pembersih tangan berbasis alkohol hanya dapat digunakan bila tangan kita tidak kotor dan berminyak. Cairan pembersih tangan berbasis alkohol juga tidak bisa menghilangkan jenis kuman norovirus, Cryptosporidium, dan Clostridioides difficile, serta bahan kimia berbahaya seperti pestisida dan logam berat.

KONDISI KRITIS SANGAT PENTING UNTUK MEMBERSIHKAN TANGAN

tangan 5  Menggunakan SABUN dan AIR  

 

  • Sebelum Makan
  • Sesudah Buang Air Besar dan Menggunakan Toilet
  • Sebelum Memegang Bayi
  • Sesudah Mengganti Popok, Menceboki/Membersihkan Anak Yang Telah Menggunakan Toilet
  • Sebelum, Selama dan Setelah Menyiapkan Makanan
  • Selama Pandemi Covid – 19 :

r  Setelah Bersin dan BAtuk

r  Sebelum Menyentuh Mata, Hidung atau Mulut Anda

r  Setelah Menyentuh Permukaan Benda termasuk Gagang Pintu, Meja dll

r  Sebelum dan Sesudah Merawat Seseorang yang Sedang Muntah atau Diare

r  Sebelum dan Sesudah Merawat Luka

r  Setelah Menyentuh Hewan, Pakan Ternak atau Kotoran Hewan

r  Setelah Menyentuh Sampah

r  Jika Tangan Anda Terlihat Kotor atau Berminyak

r  Sebelum dan Sesudah mengunjungi Teman, Keluarga atau Kerabat yang Di Rawat Di Rumah Sakit, Di Rumah atau Panti Jompo

CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI BERBAGAI FASILITAS

r  Cuci Tangan Pakai Sabun di Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Selalu menjaga kebersihan tangan adalah cara sederhana namun berdampak luar biasa untuk mencegah infeksi. Bertujuan untuk melindungi diri, keluarga dan pasien dari kuman yang mematikan maupun kuman yang kebal terhadap antibiotik, penyedia layanan kesehatan harus memastikan tangannya bersih dengan cara selalu mencuci tangan pakai sabun dan air bersih mengalir. Bagi tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan maupun penjaga pasien di tempat karantina mandiri, dan fasilitas karantina serta isolasi masyarakat, berikut adalah waktu-waktu penting untuk melakukan cuci tangan pakai sabun.

tempat tidur

r  Cuci Tangan Pakai Sabun di Sekolah

Sekolah dan madrasah memainkan peran penting dalam mendidik siswa tentang perilaku kesehatan dan kebersihan. Selain itu selama masa pandemi COVID-19, cuci tangan pakai sabun di sekolah menjadi sangat penting dilakukan guna mencegah penularan COVID-19. Sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan COVID-19 di sekolah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan Surat Edaran No. 3 Tahun 2020 guna mendorong satuan pendidikan untuk:

  1. mengoptimalkan peran Unit Kesehatan Sekolah / Madrasah (UKS/M)
  2. Memastikan ketersediaan sarana CTPS di berbagai area strategis di sekolah;
  3. Memastikan praktik cuci tangan pakai sabun diterapkan (minimal 40 detik), termasuk mengeringkan tangan (dengan atau tanpa pengering tangan sekali pakai) serta perilaku hidup bersih dan sehat yang relevan lainnya.

Sarana CTPS di sekolah dan madrasah harus memenuhi standar minimum sesuai dengan stratifikasi UKS/M sebagai berikut.

  1. Setiap kelas memiliki akses ke fasilitas cuci tangan.
  2. Setiap fasilitas cuci tangan harus memiliki sabun dan air mengalir.
  3. Setiap fasilitas harus mudah dijangkau oleh semua siswa termasuk yang berkebutuhan khusus

Kolaborasi UKS/M dan guru dalam mensosialisasikan informasi tentang cara mencuci tangan yang benar dengan metode interaktif dan menyenangkan serta menggunakan materi KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi), lagu dan tarian, atau pendekatan ramah anak lainnya.

gambar school

r  Cuci Tangan Pakai Sabun di Tempat dan Fasilitas Umum (TFU)

Sebagai bagian dari masyarakat, kita seringkali berada bersama banyak orang lain di fasilitas publik seperti kendaraan umum, bandara, kantor, rumah ibadah, pusat perbelanjaan, dan sebagainya. Fasilitas dan tempat umum berpotensi menjadi tempat yang sempurna untuk penularan penyakit, termasuk COVID-19. Saat berada di ruang publik, kita berpeluang besar tertular atau menularkan kuman kepada orang lain dengan perantaraan gagang pintu, tombol lift, pegangan tangan, telepon atau keyboard.

sarana CTPS perlu disediakan, terutama di toilet dan area-area lain yang mudah diakses. Cairan pembersih tangan berbasis alkohol juga perlu disediakan di semua gerbang masuk dan keluar, lift, serta area lain yang mudah diakses. Materi komunikasi, informasi dan edukasi yang memuat pesan serta ilustrasi tentang cara yang benar mencuci tangan pakai sabun harus tersedia di tempat umum.

Pada masa pandemi COVID-19 seluruh masyarakat akan termotivasi untuk terus mengaplikasikan CTPS agar terhindar dari penularan COVID-19. Momentum inilah yang harus dimanfaatkan untuk dapat terus mengkomunikasikan, menginformasikan dan mengedukasi praktik CTPS dalam kegiatan sehari-hari. Pentingnya mencuci tangan pakai sabun diharapkan dapat menjadi “budaya kebiasaan” yang sangat penting untuk diaplikasikan secara terus menerus di seluruh lapisan masyarakat Indonesia sehingga memberikan dampak positif dan efektif khususnya dalam rangka pencegahan penyakit. (mfs)

washclean

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Panduan Cuci Tangan Pakai Sabun”
  2. https://www.cdc.gov/handwashing/global-handwashing-day.html
  3. UNC Water Institute, Global Handwashing Day
  4. https://www.who.int/campaigns/world-hand-hygiene-day
  5. https://www.cdc.gov/handwashing/when-how-handwashing.html
  6. http://p2p.kemkes.go.id/memeriahkan-hari-cuci-tangan-pakai-sabun-sedunia/
  7. https://globalhandwashing.org/global-handwashing-day/about-ghd/
  8. https://globalhandwashing.org/
  9. https://openwho.org/courses/IPC-HH-en