Jumat, 17 Agustus 2018
Informasi KKP
: KKP Kelas I Tanjung Priok...Berkomitment sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WB) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)....mariii kita dukung..!!

PELAKSANAAN PENINGKATAN PENGETAHUAN PETUGAS PEMATAU JENTIK PELABUHAN ( PPJP ) DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK TAHUN 2016

lat ppjp004
Kegiatan Peningkatan Pengetahuan Petugas Pemantau Jentik Pelabuhan (PPJP) di Pelabuhan Tanjung Priok Tahun 2016 yang merupakan salah satu kegiatan kelanjutan dari Pencanangan Petugas Pemantau Jentik Pelabuhan (PPJP) di Pelabuhan Tanjung Priok pada Desember 2015. Permasalahan mengenai vektor penyakit khusunya vektor nyamuk akan bisa diatasi bersama dengan melakukan integrasi berbagai kegiatan program serta peningkatan kerjasama lintas sektor terkait. Salah satunya adalah dengan kegiatan Peningkatan Pengetahuan Petugas Pemantau Jentik Pelabuhan (PPJP) di Pelabuhan Tanjung Priok

Pelabuhan Tanjung Priok merupakan salah satu pintu gerbang lau lintas orang, barang dan alat angkut baik dari luar negeri maupun interinsuler. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1962 tentang karantina laut dan International Health Regulation (IHR) tahun 2005 disebutkan bahwa pengelola pelabuhan harus memastikan lingkungan yang aman bagi penggunanya, termasuk bertanggungjawab terhadap pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit.

lat ppjp003

Nyamuk merupakan salah satu serangga/vektor penular penyakit, baik yang terbawa oleh alat angkut maupun yang sudah ada di pelabuhan yang kemungkinan membawa bibit penyakit oleh penderita yang datang dari luar. Kegiatan pengendalian vektor merupakan salah satu bentuk upaya kewaspadaan dini terhadap faktor risiko timbulnya wabah penyakit yang oleh vektor. Pengendalian vektor dilakukan dalam rangka menurunkan faktor risiko penyakit tular vektor dimana pelaksanaan pengawasan dan pengendaliannya membutuhkan pengetahuan serta pemahaman yang baik dari seluruh masyarakat. Untuk mendukung hal tersebut maka perlu dilakukan pendidikan dan peningkatan pengetahuan kepada masyarakat pelabuhan yang bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat pelabuhan pada pelaksanaan pengendalian vektor khususnya di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok. Bertujuan mensinergikan antara petugas kesehatan dengan seluruh masyarakat pelabuhan baik stake holder maupun lintas sektor. Diharapkan dengan terselenggaranya kegiatan dimaksud akan lebih memantapkan kemampuan petugas pemantau jentik di pelabuhan serta mendukung peran kantor kesehatan pelabuhan dalam upaya cegah tangkal masuk dan keluarnya penyakit.

Landasan Hukum dari kegiatan ini, adalah 

  1. UU Nomor 1 tahun 1962, tentang Karantina Laut;
  2. UU Nomor 4 tahun 1984, tentang Wabah Penyakit Menular;
  3. UU Nomor 36 tahun 2009, tentang Kesehatan;
  4. PP Nomor 40 tahun 1991, tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular;
  5. Permenkes No. 356/Menkes/Per/IV/ 2008 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan ;
  6. Permenkes  No 374 tahun 2010 ttg Pengendalian Vektor;
  7. Permenkes No 1501 tahun 2010  ttg Jenis Penyakit Menular tertentu Yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya;
  8. Permenkes No. 2348 Tahun 2011 tentang Perubahan Permenkes No. 356/Menkes/Per/IV/ 2008 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan ;
  9. International Health Regulation tahun  2005.

Tujuan dari pelaksananaan ini adalah peningkatan  pengetahuan petugas pemantau jentik pelabuhan dalam pelaksanaan kegiatan pengendalian vektor di Instansinya masing-masing.

Narasumber pada pelatihan ini berasal dari Direktorat Jenderal PP2P,  Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok, yaitu :

  1. dr. Galuh
  2. dr. Trio Taufik Edwin, MKM
  3. Nana Mulyana, SKM
  4. Fitri Nurhayati, SKM
  5. Uli Rohati, SKM
  6. Subarjo, SKM

Terdapat 6 materi dalam peningkatan pengetahuan petugas pemantau jentik pelabuhan (PPJP) :

  1. Bioekologi Surveilans dan Pengendalian nyamuk Aedes
  2. kebijakan Pengendalian Penyakit Arbovirosis
  3. Pengendalian Vektor Terpadu
  4. Tugas dan Fungsi Petugas Pemantau Jentik Pelabuhan
  5. Pencatatan dan Pelaporan
  6. Praktikum pengamatan vektor

 Peserta  peningkatan pengetahuan petugas pemantau jentik pelabuhan berjumlah 35 orang yang berasal dari Lintas Sektor dan Stake holder serta 40 orang yang berasal dari KKP Kelas I Tanjung Priok dengan rincian sebagai berikut :

  1. Kantor Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Priok = 2 orang
  2. Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok = 4 orang
  3. KKP Kelas I Tanjung Priok =   orang
  4. BBKP Tanjung Priok = 2 orang
  5. Polres Pelabuhan Tanjung Priok = 2 orang
  6. KPU Bea Cukai Tipe A Tanjung Priok = 2 orang
  7. Yon Bek Ang 4 Air Tanjung Priok = 2 orang
  8. Termbekang Tanjung Priok = 2 orang
  9. PT. Pelabuhan Tanjung Priok = 4 orang
  10. PT. Bogasari = 3 orang
  11. PT. Jakarta Tank Terminal = 2 orang
  12. PT. Metito = 2 orang
  13. PT. Jasa Armada Indonesia = 2 orang
  14. PT. JICT = 2 orang
  15. TPK Koja = 2 orang
  16. Koperasi TKBM = 2 orang

lat ppjp005Peningkatan pengetahuan petugas pemantau jentik pelabuhan dilaksanakan tanggal 10 s.d. 11 Maret 2016, bertempat di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Kesehatan Pelabuhan Kls I  Tanjung Priok - Jl. Nusantara No. 2 Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan pembiaya pelaksanaan Peningkatan pengetahuan petugas pemantau jentik pelabuhan tahun 2016 berasal dari DIPA Kantor Kesehatan Pelabuhan Kls I  Tanjung Priok.

Jalannya Kegiatan Peningkatan Pengetahuan Petugas Pemantau Jentik di Pelabuhan (PPJP) Pelabuhan Tanjung Priok berlangsung selama 2 hari pada tanggal 10-11 Maret 2016, dengan alur kegiatan sebagai berikut :

  1. Peserta yang datang setelah registrasi lalu mengerjakan soal pre test, pre test bertujuan mengetahui tingkat pemahaman para peserta tentang pencegahan vektor nyamuk.
  2. Pembukaan secara resmi pertemuan oleh Kepala KKP Kelas I Tanjung Priok Bapak RBA. Widjonarko, SKM, M.Si
  3. Arahan dari Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok yang diwakili oleh Bapak Hot Marojahan Hutapea, SH, MH
  4. Materi Pertama oleh dr. Galuh dari Subdit Arbovirosisi yaitu Bioekologi Surveilans dan Pengendalian Nyamuk Aedes.
  5. Setelah Coffe break dilanjut materi kedua dari dr. Galuh yaitu Kebijakan pengendalian Penyakit Arbivirosis.
  6. Materi terakhir di hari pertama di akhiri dengan materi dari dr. Trio Taufik Edwin, MKM yaitu Penyakit yang ditularkan vektor Nyamuk
  7. Hari kedua dibuka dengan materi Pengendalian Vektor Terpadu oleh Nana Mulyana, SKM
  8. Setelah Coffe Break dilanjutkan dengan Materi Tugas & Fungsi Petugas Pemantau Jentik Pelabuhan oleh Subarjo, SKM
  9. Untuk Materi Pencatatan dan Pelaporan disampaikan oleh Fitri Nurhayati, SKM
  10. Lalu Materi Praktikum Pengamatan Vektor disampaikan oleh Subarjo, SKM
  11. Para peserta di ajak bersama membuat rencana tindak lanjut kedepannya setelah mengikuti Peningkatan Pengetahuan PPJP.
  12. Lalu dilakukan Post Test untuk mengetahui seberapa efektif Peningkatan Pengetahuan PPJP yang dilaksanakan selama 2 hari tersebut.
  13. Penutupan kegiatan oleh Kepala Bidang PRL Bapak Brata Sugema, SKM, M.Si

lat ppjp001

lat ppjp006

lat ppjp007