Jumat, 17 Agustus 2018
Informasi KKP
: KKP Kelas I Tanjung Priok...Berkomitment sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WB) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)....mariii kita dukung..!!

PENINGKATAN KAPASITAS PETUGAS DALAM PEMBERIAN BANTUAN HIDUP DASAR Featured

  

         Penyakit jantung dan pembuluh darah saat ini masih menduduki peringkat teratas sebagai penyebab kematian baik di Indonesia maupBHD1un dinegara-negara maju. Berdasarkan seluruh data yang telah dikumpulkan dari WHO, pada tahun 2015 diperkirakan kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah meningkat menjadi 20 juta jiwa. Kemudian akan tetap terus meningkat sampai tahun 2030 dan diperkirakan 23,6 juta penduduk akan meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darahDi Indonesia pada Tahun 2008 diperkirakan sebanyak 17,3 juta kematian disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler. Lebih dari 3 juta kematian tersebut terjadi sebelum usia 60 tahun dan seharusnya dapat dicegah(www.depkes.go.id).

Salah satu penyebab kematian akibat Penyakit jantung adalah henti jantung atau cardiac arrest. Henti jantung sendiri adalah kondisi gawat darurat karena dapat terjadi secara mendadak dan membutuhkan penanganan cepat. Jika tidak dilakukan bantuan hidup dasar segera, korban dapat mengalami kematian. Oleh karena itu, dibutuhkan serangkaian tindakan guna mencegah kematian yang diakibatkan oleh henti jantung. Teknik ini dinamakan dengan Bantuan Hidup Dasar (BHD).

BHD2

Melihat besarnya risiko penyakit jantung dan pembuluh darah,maka KKP Tanjung Priok pada tanggal 27 dan 28 Mei 2016 menyelenggarakan peningkatan kapasitas petugas dalam pemberian bantuan hidup dasar. Peningkatan tersebut dihadiri oleh 36 peserta, yang terdiri dari petugas medis, para medis dan petugas kesehatan lainnya di lingkungan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok. Sedangkan untuk Nara sumber diantaranya didatangkan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Oleh : Erlina Nur Istiqomah