Minggu, 23 Januari 2022
Informasi KKP
: KKP Kelas I Tanjung Priok...Berkomitment sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WB) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)....mariii kita dukung..!!

PELAKSANAAN VAKSINASI COVID-19 DI KKP WILKER PELABUHAN LAUT MARUNDA

Oleh dr. Lies Setyorini, MKK

Pemberian vaksinasi untuk menanggulangi penyakit corona virus disease 19 (Covid 19) di Indonesia telah dilaksanakan sejak Januari 2021 dengan sasaran awal adalah tenaga kesehatan yang berusia 18-59 tahun yang berjumlah 1,4 juta orang di seluruh propinsi di Indonesia. Merujuk pada PMK No. 12 tahun 2017, pemberian vaksin ini adalah sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penyakit yang bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Namun dalam perjalanannya dari hari ke hari pertambahan kasus positif covid-19 semakin mengkuatirkan hingga mencapai 10 ribu orang perhari dengan angka kematian tercatat mencapai 300 orang dalam satu hari. Harian Merdeka.com (28/2) melaporkan sampai akhir februari Kasus positif Covid-19 1.334.634 kasus, pasien sembuh 1.142.703 orang dan pasien meninggal 36.166 orang.

Untitled
Untuk melindungi masyarakat dan menanggulangi pandemi covid-19 maka pemerintah mengambil sejumlah langkah, salah satunya adalah mengeluarkan aturan percepatan vaksinasi yang dituangkan dalam PMK No. 10 tahun 2021 mengenai “pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemik corona virus disease 2019 (Covid-19)” di mana pemerintah melaksanakan Vaksinasi program dengan sasaran tenaga kesehatan (nakes), manula, masyarakat rentan serta masyarakat lainnya. Agar kegiatan vaksinasi dapat menjangkau seluruh masyarakat maka pelayanan vaksinasi semakin diperluas. Dalam PMK tersebut tercantum bahwa “Pelayanan Vaksinasi Program dilaksanakan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan milik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, atau masyarakat/swasta, yang memenuhi persyaratan” yang dimaksudkan sebagai tempat layanan vaksinasi salah satunya adalah Kantor Kesehatan Pelabuhan.
Kantor Kesehatan Pelabuhan, sesuai PMK No. 77 tahun 2020 dalam pasal 4 dan 5, mempunyai tugas dan fungsi antara lain melaksanakan pencegahan masuk dan keluarnya penyakit, penyakit potensial wabah, pelayanan kesehatan di wilayah kerja pelabuhan. Berdasarkan tupoksi KKP dan dalam rangka percepatan pelayanan vaksinasi covid-19 maka Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Wilayah Kerja Pelabuhan Marunda ikut berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan vaksinasi covid yang dilaksanakan dari bulan Agustus sampai Oktober 2021. Kegiatan ini dilaksanakan setiap minggu tepatnya di hari selasa yang bertempat di kantor KKP Wilker Marunda. Layanan Vaksinasi bersifat gratis tanpa pungutan biaya dengan sasaran masyarakat pekerja yang beraktifitas di Kawasan Pelabuhan Marunda serta masyarakat sekitar Pelabuhan. Untuk kelancaran kegiatan layanan vaksinasi, KKP Wilker Marunda mendapat dukungan dari KSOP Kelas V Marunda, keamanan dari pihak polsubsus Marunda dan Koramil Cilincing serta stake holder di Pelabuhan Marunda.
Alur pelayanan vaksinasi mulai dari pendaftaran dan pemeriksaan data, skrining dan pemberian vaksin, terakhir adalah observasi dan pemberian kartu vaksin. Saat mendaftar calon akseptor diminta untuk mengisi data secara online kemudian petugas memeriksa data apakah nomor induk kependudukan (NIK) telah sesuai, pernah vaksin sebelumnya, bagi yang telah mendapatkan vaksi pertama maka petugas akan memverifikasi jenis vaksin covid-19 yang telah didapat dan memastikan tanggal penyuntikan vaksin kedua telah sesuai. Setelah lolos di bagian pendaftaran maka pada calon akseptor akan dilakukan skrining kesehatan baik pemeriksaan fisik terbatas dan anamnesa singkat oleh dokter dan perawat untuk memastikan calon akseptor dalam keadaan sehat untuk menerima vaksin serta menjelaskan manfaat vaksin, efek samping dan penanganan jika ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Apabila dalam tahap ini dinyatakan sehat, maka calon akseptor masuk ke dalam bilik untuk mendapatkan suntikan vaksin. Observasi dilakukan selama 15 menit di ruang tunggu untuk memastikan tidak ada KIPI setelah penyuntikan vaksin. Tahapan terakhir adalah pemberian kartu vaksin, saat akan pulang akseptor akan diberikan kartu kendali vaksin yang berisi data tanggal penyuntikan, jenis vaksin dan dosisnya, hasil pemeriksaan fisik, petugas vaksin dan tanggal penyuntikan vaksin yang ke 2 atau pernyataan vaksin sudah lengkap bagi yang telah mendapatkan vaksinasi pertama.Pada periode Agustus-Oktober, KKP Wilker Marunda telah melaksanakan 10 kali pelayanan vaksinasi program dan berhasil memberikan vaksinasi kepada 325 orang akseptor baik untuk vaksin pertama maupun kedua. Berdasarkan jenis vaksin yang diberikan, dari 325 orang akseptor sebanyak 285 orang mendapatkan vaksin astrazeneca dan 40 orang mendapatkan vaksin pfizer. Akseptor vaksin berasal dari kalangan supir truk, pekerja pabrik, ABK kapal yang sedang sandar, pekerja kantin yang beraktifitas di area Pelabuhan Marunda serta masyarakat sekitar Pelabuhan. Hasil pemeriksaan skrining yang dilakukan petugas sebelum vaksinasi menunjukkan semua calon akseptor yang diperiksa layak untuk mendapatkan vaksin covid-19. Dan dari semua akseptor yang diobservasi setelah penyuntikan, tidak ada yang mengeluhkan efek samping berat pasca penyuntikan vaksin. Merujuk pada pengalaman akseptor yang telah menerima vaksin pertama saat skrining, rata-rata mereka hanya mengalami KIPI ringan seperti sakit kepala, demam ringan, nyeri badan yang dirasakan keesokan harinya dan berlangsung dalam satu sampai dua hari saja. Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) ringan yang terjadi dapat diatasi dengan meminum obat Pereda nyeri dan penurun demam. Akseptor yang diberikan vaksin astrazeneca dijadwalkan kembali mendapatkan vaksinasi 3 bulan setelah vaksinasi pertama dan akseptor yang mendapatkan vaksin Pfizer dijadwalkan kembali 21 hari kemudian.

POTO 2
Beberapa kendala yang membuat pelayanan vaksinasi tidak menjaring terlalu banyak akseptor yaitu karena sebaagian besar pekerja tetap di Pelabuhan Marundatelah mendapatkan vaksin covid di tempat tinggalnya, kedatangan masyarakat yang akan mendaftar vaksinasi tidak sesuai dengan jadwal seperti ABK kapal maupun supir truk yang hanya singgah sementara dan tidak menetap lama, adanya ketakutan masyarakat terhadap efek samping karena termakan hoaks yang terlanjur beredar luas di media sosial, calon akseptor yang mendaftar tidak mempunyai NIK atau fotokopi NIK yang menjadi syarat pendaftaran, adanya penyakit yang membuat calon akseptor gagal mendapatkan vaksinasi, serta waktu pelayanan yang terbatas. Walaupun demikian pelayanan vaksinasi tetap dibuka agar akses masyarakat untuk mendapatkan layanan vaksinasi covid-19 lebih luas.
Semoga dengan langkah kecil yang diambil oleh KKP Wilker Marunda dapat membantu pemerintah untuk memutus rantai penularan Covid-19 di masyarakat dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya sehingga Indonesia bisa bebas dari cengkraman Covid-19 dan ekonomi Indonesia dapat segera berputar kembali seperti sebelumnya.