Minggu, 20 Oktober 2019
Informasi KKP
: KKP Kelas I Tanjung Priok...Berkomitment sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WB) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)....mariii kita dukung..!!

PENANGANAN SITUASI KHUSUS ARUS MUDIK LEBARAN DI KKP KELAS I TANJUNG PRIOK 2019

Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Priok dalam penanganan situs pada saat arus mudik lebaran melakukan kegiatan terpadu antara ketiga bidang yaitu Bidang UKLW, Bidang PRL dan Bidang PKSE, dimana petugas yang terlibat juga terjadwal pada kegiatan ini selama 24 jam yang terbagi atas 2 shift mulai tanggal 21 Mei 2019 sampai dengan 21 Juni 2019, Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mencegah terjadinya faktor risiko penyakit dan melakukan penanganan kesehatan di terminal penumpang pelabuhan Tanjung Priok, Data penumpang kapal pada saat situs lebaran tahun 2018 dimana jumlah penumpang turun sebanyak 2104 orang dan penumpang naik sebanyak 27.508 orang dan pasien yang berobat sebanyak 27 orang dimana 25 orang pasien dapat ditangani di posko fasilitas pelayanan Kesehatan, 1 orang dirujuk ke RS Koja dan 1 orang di rujuk ke RSPI Sulianti Saroso.

Dalam melakukan kegiatan situs lebaran dilakukan beberapa tahapan dimana pada saat persiapan dibuat penyusunan SK penanganan Kesehatan Arus mudik Lebaran dengan menyiapkan tim yang terdiri dari tenaga medis, paramedik, sopir, ambulance , posko kesehatan, obat-obatan, alat-alat kesehatan, bahan sosialisasi kesehatan. Tim kesehatan Lingkungan dan tim surveilans. Pemasangan bahan sosialisasi di sekitar di sekitar pelabuhan Tanjung Priok berupa spanduk, banner, running text dll). Pada Kegiatan situs petugas KKP secara aktif berkeliling melihat keadaan calon penumpang dan pengantar penumpang dan melihat kesehatan lingkungan sekitar juga melakukan kegiatan yang sifatnya pasif dengan standby di pelayanan dengan menunggu pasien datang.

Adapun secara rinci kegiatan terpadu yang dilakukan oleh 3 Bidang yaitu :

1. Kegiatan yang dilakukan Bidang UKLW yaitu :

  1. Memberikan pelayanan kesehatan bagi pemudik atau pelaku perjalanan yang sakit.
  2. Konsultasi dan pengobatan tingkat pertama
  3. Pelayanan gawat darurat sederhana (luka lecet, memar, luka bakar ringan
  4. Pengawasan kesehatan penumpang dan awak kapal
  5. Memberikan pelayanan rujukan kesehatan ke RS bagi pasien/pemudik yang tidak dapat ditangani di posko fasyankes terminal Penyakit yg tidak dapat ditangani di pos pelayanan kesehatan di rujuk ke RSUD Koja sedangkan untuk Penyakit infeksi atau PHEIC di rujuk ke RSPI Sulianti Saroso dengan ambulans rujukan dari KKP Tanjung Priok dengan didampingi petugas medis dalam melakukan rujukan.
  6. Untuk penumpang yang datang terutama dari daerah terjangkit atau endemis pengukuran suhu dgn termometer atau thermal scan.
  7. Untuk kegiatan yang dilakukan oleh Bidang PRL antara lain :
    1. Kegiatan Sanitasi
      1. Inspeksi Higiene Sanitasi Gedung dan Bangunan (HSGB) di terminal penumpang Nusantara Pura
      2. Pemeriksaan parameter lingkungan fisik ( suhu, kelembapan, pencahayaan, kebisingan)
      3. Inspeksi Sanitasi Tempat Pengolahan Makanan (TPM)
      4. Pemeriksaan parameter lingkungan fisik ( suhu, kelembapan, pencahayaan, kebisingan)
      5. Pemeriksaan higiene sanitasi TPM
      6. Pemeriksaan usap alat.
      7. Pengambilan dan pemeriksaan sampel makan/minuman
  1. Kegiatan Vektor
    1. Pengendalian Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit, Pengendalian Vektor DBD, Survey larva dan Larvasidasi (sesuai hasil survey)
    2. Fogging (sesuai rekomendasi hasil survey)
    3. Pengendalian Vektor Pes dengan Pemasangan perangkap tikus di terminal penumpang selama 4 hari berturut-turut sebanyak 100 perangkap setiap harinya
    4. Pengendalian Vektor Diare dengan survey kepadatan lalat dan kecoa
    5. penyemprotan (sesuai rekomendasi hasil survey)
  1. Untuk kegiatan dari Bidang PKSE

Terkait kegiatan dari petugas PKSE adalah melakukan pengamatan terhadap alat angkut dilihat kelengkapan dokumen kapal tersebut dan apakah kapal tersebut datang dari negara terjangkit / daerah endemis penyakit atau singgah ke negara terjangkit atau daerah endemis sehingga petugas harus melakukan pengawasanyang lebih ketat.

Adapun kendala pada kegiatan situs ini adalah lokasi posko kesehatan KKP Kelas I Tanjung Priok ada didalam sehingga belum dioptimalkan oleh penumpang, tetapi pada saat ini pos pelayanan sudah dilakukan secara terpadu dengan instansi lain di ruang tunggu penumpang.

Demikianlah kegiatan pelaksaan pelayanan situs lebaran yang dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok

                                                Fifi Nur Afifah, SKM, M. Epid