Jumat, 17 Agustus 2018
Informasi KKP
: KKP Kelas I Tanjung Priok...Berkomitment sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WB) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)....mariii kita dukung..!!

PENANGANAN DAN PENGAWASAN KESEHATAN TENAGA KERJA INDONESIA BERMASALAH ( TKIB) DEPORTASI DARI MALAYSIA TAHUN 2018 DI TERMINAL PENUMPANG NUSANTARA PURA II PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Penanganan dan pengawasan kesehatan terhadap Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah ( TKIB ) yang dideportasi dari negara Malaysia yang dilaksanakan oleh KKP Kelas I Tanjung Priok sudah berlangsung sejak tahun 2014
TKIB dari Malaysia yang datang melalui pelabuhan Tanjung Priok selama ini berasal dari beberapa entry point yaitu Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura ,Tanjung Pinang Pekan Baru, dan Nunukan Kalimantan Utara. Tetapi di tahun 2018 ini di pulangkan melalui Pelabuhan Sri Bayintan Kijang Tanjung Pinang. Begitu pula yang hendak dipulangkan ke wilayah Indonesia Timur.Sedangkan TKIB yang dipulangkan ke daerah Medan di pulangkan melalui pelabuhan Sri Bintan Pura , Tanjung Pinang Pekan Baru.
Penanganan di lakukan oleh SATGAS TKIB terdiri dari berbagai sector :

• Khusus KKP Kelas I Tanjung Priok mempunyai Terminal Penumpang Nusantara II
• Teknis penaganan kesehatan meliputi pelayanan kesehatan rawat jalan, rujukan dan survailans epidemiologi, factor risiko penyakit potensial wabah.
• Mekanisme penanganan TKIB
   Informasi kedatangan dari pelabuhan embarkasi/satgas
   Kedatangan TKIB
   Pengecekan/Validasi data manifest oleh Kemensos
   Pengelola kesehatan oleh KKP di Posyankes
    - Perlu penenganan lanjut di rujuk ke RSUD-Koja
    - Terduga penyakit potensial wabah di rujuk ke RSPI
     - Gangguan jiwa akut/berat dirujuk ke RS Herjan
• TKIB di pulangkan dengan Bus Damri/PT. Pelni
• Di tamping sementara di RPTC jika mengalami Kejiwaan untuk pemulihan kondisi traumatis dan Psikologis.

Mempunyai 9 Tim khusus yang ditugaskan secara bergiliran guna melaksanakan tugas penanganan dan pengawasan tersebut.Dalam setiap timnya terdiri dari : 1 orang dokter,1 orang perawat, 1 orang asisten apoteker, 1 orang epidemiolog kesehatan, dan 1 orang tenaga supir ambulance.
Sejak pertengahan tahun 2017 sampai awal tahun 2018 ini, TKIB sementara waktu belum banyak di pulangkan oleh pemerintah Malaysia.Tetapi telah di dapatkan info bahwa pada bulan Mei ini sampai beberapa waktu ke depan akan dipulangkan kembali TKIB dalam jumlah besar.
Berikut adalah gambaran kondisi penanganan kesehatan dan pengawasan surveillance epidemiologi terhadap TKIB di debarkasi pelabuhan Tanjung Priok.

 0a

 

 JUMLAH KUNJUNGAN PASIEN TKIB DI POSYANKES TERMINAL PENUMPANG NUSANTARA PURA II  BULAN  JANUARI APRIL 2018

Total TKIB yang datang berobat dalam bulan Januari – April 2018 di pos pelayanan kesehatan KKP Kelas I Tanjung Priok, sebanyak 28 orang. 

Di bulan Januari 2018 tampak tidak terdapat kedatangan TKIB tetapi terdapat 2 orang yang datang berkunjung ke posyankes ,mereka adalah TKIB yang datang dari RPTC Kemsos Bambu Apus, dimana sebelum mereka di pulangkan ke daerah asalnya, bagi mereka yang menderita sakit dan memerlukan penanganan kesehatan , TKIB akan di dampingi petugas RPTC untuk mendapatkan pelayanan kesehatan diposyankes kembali, penanganan kesehatan TKIB memang melalui prosedur khusus tidak seperti masyarakat Indonesia pada umumnya dalam mengakses layanan kesehatan yang ada ,untuk sementara waktu sebelum mereka kembali menjadi warga Indonesia pada umumnya di daerah asalnya nanti.

 

 KONDISI TKIB DI DEBARKASI PELABUHAN TANJUNG PRIOK 03

 

Tampak TKIB banyak mengalami gangguan pada kulit hal ini bisa disebabkan karena higiene mereka yang kurang.

Dan ini  dapat disebabkan sarana air bersih dan lingkungan yang tidak memadai selama mereka di tempat penampungan sementara mereka sebelum di kembalikan ke daerah asalnya

 

Laporan Penyakit TKIB Yang dirujuk ke RS Bulan Januari April 2018

 9 persen

 

 foto 01

 

 foto 02

 

 foto 03

 

 foto 04